Kamis, 13 Maret 2014

Nama                  : Lilik Choirotul Mafula
NIM                   : 115020200111111
MATKUL           : MAN. KEU INTERNASIONAL

1.    Matrik Kurs Mata Uang

RP
CNY
JPY
AUD
USD
EUR
GBP
RP
           1,00
 1/1.816
 1/109,14
 1/10.095
 1/11.343
 1/15.662
 1/18.793
CNY
    1.816,00
       1,00
     16,08
       0,17
       0,16
       0,11
       0,09
JPY
       109,14
 1/16,08
       1,00
       0,01
       0,10
       0,01
 1/166,37
AUD
  10.095,00
       5,30
     89,37
       1,00
       0,88
       0,63
       0,53
USD
  11.343,00
       5,95
   100,42
       1,09
       1,00
       0,71
       0,59
EUR
  15.662,00
       8,22
   138,65
       1,51
       1,36
       1,00
 1/1,17
GBP
  18.793,00
       9,86
   166,37
       1,81
       1,63
       1,17
       1,00
Keterangan :
RP       : Rupiah
CNY   : China Yuan
JPY     : Japanese Yen
AUD   : Australian Dollar
USD    : United States Dollar
EUR    : EURO Spot Rate
GBP    : British Pound
Berikut adalah perhitungan rupiah jika di kurskan pada beberapa mata uang asing:
1
RP
CNY
JPY
AUD
USD
EUR
GBP
RP

       10.000.000,00
      5.506,61
       88.546,26
           885,46
             779,21
           553,24
         472,85
         8.886.310,28



2
RP
 GBP
 EUR
 USD
 AUD
 JPY
 CNY
 RP

10.000.000,00
  532,11
     622,57
      846,70
       922,90
82.479,67
    5.129,33
 9.314.868,15
3
RP
 CNY
 GBP
 JPY
 EUR
 AUD
 USD
 RP

       10.000.000,00
      5.506,61
            495,59
      82.452,09
             824,52
        1.245,03
      1.095,62
       12.427.656,29



4
RP
 USD
 AUD
 EUR
 JPY
 GBP
 CNY
 RP

       10.000.000,00
         881,60
            960,95
           605,40
        83.938,07
           504,53
      4.974,63
         9.033.930,22



5
RP
 AUD
 USD
 JPY
 EUR
 CNY
 GBP
 RP

       10.000.000,00
         990,59
            871,72
      87.537,99
             875,38
        7.195,62
         647,61
       12.170.460,37



6
RP
GBP
CNY
EUR
JPY
USD
AUD
RP

       10.000.000,00
         532,11
         5.912,37
           719,27
        71.926,60
           716,26
         813,93
         8.216.616,05



7
RP
 JPY
 CNY
 USD
 AUD
 GBP
 EUR
 RP

       10.000.000,00
91625,44
5698,10
           911,70
993,7485014
           526,69
616,223446
         9.651.291,61

Dari  tabel diatas dapat dilihat bahwa pertukaran nilai mata uang yang paling menguntungkan adalah model nomor 2, awalnya 10.000.000,00  rupiah, setelah melewati beberapa pertaukaran kurs mata uang RP – CNY – GBP – JPY – EUR – AUD – USD – RP sehingga menghasilkan jumlah yang berbeda yakni Rp. 12.427.656,29.,   kemudian disusul oleh model yang 5 (Rp. 12.170.460,37). Namun untuk model-model selanjutnya mengalami kerugian seperti berikut : nomor 7 (Rp. 9.651.291,61), nomor 2 (Rp. 9.314.291,61), nomor 4 (Rp. 9.003.930,22), nomor 1 (Rp. 886.310,28) dan terakhir no 6 (Rp. 8.216.616,05).

2.    Analisis Neraca Pembayaran Indonesia Tahun 2012 Semester I – IV
1.    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan IV-2013 tercatat surplus sebesar US$4,4 miliar, setelah selama tiga triwulan terakhir mengalami defisit. Perbaikan NPI triwulan IV-2013 ditopang defisit transaksi berjalan yang menurun cukup tajam menjadi US$4,0 miliar atau 1,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini jauh lebih rendah dari defisit triwulan sebelumnya yang sebesar US$8,5 miliar (3,85% PDB) maupun perkiraan awal Bank Indonesia (BI). Surplus NPI triwulan IV-2013 juga ditopang oleh peningkatan surplus transaksi modal dan finansial yang mencapai US$9,2 miliar, lebih besar dari surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$5,6 miliar. Surplus NPI triwulan IV-2013 pada gilirannya mendorong kenaikan cadangan devisa dari US$95,7 miliar pada triwulan III-2013 menjadi US$99,4 miliar pada Desember 2013, atau setara 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Bank Indonesia menilai NPI triwulan IV-2013 yang kembali tercatat surplus tidak terlepas dari kontribusi positif bauran kebijakan yang telah dilakukan BI bersama dengan Pemerintah dalam menurunkan defisit transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan sektor eksternal.
2.    Penurunan defisit transaksi berjalan terutama didukung oleh naiknya surplus neraca perdagangan barang, yang bersumber dari bertambahnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan menyempitnya defisit neraca perdagangan migas. Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat karena ekspor nonmigas kembali tumbuh positif (3,8%, yoy) didukung kenaikan ekspor manufaktur sejalan meningkatnya permintaan dari AS dan Jepang, nilai tukar rupiah yang cukup kompetitif, dan koreksi harga komoditas yang semakin terbatas, di samping didorong pula oleh peningkatan ekspor sumber daya alam terkait dengan antisipasi pemberlakuan Undang Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Sementara itu, pertumbuhan impor nonmigas mencatat kontraksi 6,6% (yoy) sejalan dengan moderasi permintaan domestik. Di sisi neraca perdagangan migas, berkurangnya defisit dipengaruhi turunnya impor migas di saat ekspor migas masih tumbuh positif. 
3.    Di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global, transaksi modal dan finansial triwulan IV-2013 mencatat surplus US$9,2 miliar, meningkat dibandingkan surplus US$5,6 miliar pada triwulan sebelumnya. Kenaikan surplus transaksi modal finansial terutama didorong meningkatnya penarikan pinjaman luar negeri swasta dan penarikan simpanan bank domestik di luar negeri, yang sebagian ditempatkan pada beberapa instrumen yang disediakan Bank Indonesia. Selain itu, arus masuk investasi langsung asing tetap kuat, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan angka triwulan sebelumnya akibat divestasi beberapa perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Di samping itu, investasi portofolio asing juga masih tercatat surplus, meskipun menurun akibat berkurangnya penempatan nonresiden di pasar saham domestik.
4.    Dengan perkembangan triwulan IV-2013 tersebut maka NPI keseluruhan tahun 2013 tercatat defisit US$7,3 miliar setelah sebelumnya surplus US$0,2 miliar pada 2012. Pada satu sisi, defisit NPI 2013 dipengaruhi melebarnya defisit transaksi berjalan menjadi US$28,5 miliar (3,26% PDB), lebih besar daripada defisit US$24,4 miliar (2,78% PDB) pada tahun 2012. Perkembangan ini dipengaruhi melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dan turunnya harga komoditas global, yang kemudian berdampak pada penurunan ekspor Indonesia yang banyak berbasis sumber daya alam. Defisit transaksi berjalan juga dipengaruhi belum kuatnya kapasitas produksi domestik dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan barang modal serta kebijakan energi nasional yang belum optimal, yang pada gilirannya mendorong masih besarnya impor, meskipun telah mencatat pertumbuhan negatif di 2013. Selain itu, neraca jasa dan neraca pendapatan yang masih mencatat defisit juga berpengaruh pada defisit transaksi berjalan. Pada sisi lain, defisit NPI 2013 juga berasal dari berkurangnya surplus transaksi modal dan finansial dari sebelumnya US$24,9 miliar pada 2012 menjadi US$22,7 miliar pada tahun 2013. Penurunan transaksi modal finansial terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III 2013 selain dipengaruhi turunnya modal masuk ke Indonesia yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global terkait rencana pengurangan stimulus moneter AS (tapering off) juga dipengaruhi persepsi negatif investor asing terhadap inflasi yang sempat meningkat dan defisit transaksi berjalan yang melebar.

3.   Analisis Hubungan Ekonomi Indonesia dengan Amerika
A.    Analisis Hubungan Perdagangan Indonesia dengan Amerika
Dari grafik hubungan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan nilai ekspor non migas Indonesia secara keseluruhan mengalami tren yang meningkat, kecuali pada tahun 2009 sebagai dampak dari krisis global.


Pada grafik diatas dapat dilihat bahwa angka  ekspor  Indonesia  terhadap Amerika  Serikat  juga  memiliki  pola  serupa,  yakni  meningkat  sebesar  12,25%  pada  2008,  lalu turun sebesar 16,77% pada 2009, namun disusul kemudian dengan kenaikan di tahun 2010 dan 2011, masing-masing sebesar 31,49% dan 15,37% (Kementerian Perdagangan, 2012).

Neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat menunjukkan nilai yang positif, atau  dengan  kata  lain  nilai  ekspor  Indonesia  ke  Amerika  Serikat  lebih  besar  dibandingkan dengan  nilai  impor  Indonesia  dari  Amerika  Serikat. Nilai  impor  Indonesia  dari  Amerika  Serikat  pada  tahun  2011  mencakup 6,09% dari total impor Indonesia. Dibandingkan dengan proporsi dua tahun sebelumnya, yakni sebesar  7,32%  di  tahun  2009  dan  6,93%  pada  2010,  angka  ini  menunjukkan  penurunan (Kementerian Perdagangan, 2012).

B.     Hubungan Investasi Indonesia dan Amerika Serikat
Nilai investasi Amerika Serikat ke Indonesia pada 2011 mencapai USD 1,5 miliar, dengan porsi 7,6% dari total investasi dan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$ 1 miliar. Hubungan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment- FDI) mencakup 4% dari total nilai FDI di Indonesia secara keseluruhan. Data pada grafik dibawah memperlihatkan posisi FDI  Amerika  Serikat  di  Indonesia  mencapai  puncaknya pada  tahun  2005,  namun  kemudian menurun  hingga  bernilai  negatif  di  2006.  Tren  posisi  FDI  dari  2007  hingga  2010  mengalami penurunan.

C.    Bantuan Ekonomi dan Keuangan Amerika Serikat kepada Indonesia
Amerika Serikat memberikan berbagai macam bentuk bantuan bagi Indonesia. Salah satunya melalui United States Agency for International Development (USAID). Beberapa aspek yang dibantu Amerika Serikat di baidang ekonomi diantaranya :
1.      Penuatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan
2.      Pengembangan iklim usaha dan perusahaan
3.      Stabilitas dan kewajaran sector keuangan
4.      Perbaikan kualitas jasa kebutuhan dasar
5.      Jasa lingkungan
6.      Jasa kesehatan
7.      Pangan dan gizi
8.      Pinjaman/utang




Senin, 16 Desember 2013

Point Of Purchase

http://ibdata.intellibuilder.net/ib-hermanadvertising/UserFiles/Image/HERMAN-ADV-POINT-OF-PURCHASE.jpeg



1.    Pengertian Point Of Purchase (POP)
Point Of Purchase - POP (titik pembelian) adalah adalah kegiatan untuk menampilkan produk di tempat-tempat strategis di sebuah toko dengan tujuan untuk menarik perhatian konsumen terhadap merek tersebut.
Contoh : sebuah produk Natasha-Asbury PANTENE yang sedang ada promo diletakan di tempat yang strategis dengan desain yang cukup menarik perhatian konsumen.
http://www.natasha-asbury.com/36458c20.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimewYQHY9E5ZLdOlPxHswJrqIQaMYzT5OCBX6G09Gwqco9o6wVdAlKit0QFEPqa3l64xdEpSuL9Z4buU9ePDkhziKAqjffiSA-OlCgDAPcVPVo-RCZZvdR1ARLofQvxgU9LOJS6vj_kKsR/s320/20071091215_large.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTo392SXb7bnP7ScudfltthDDiDniC4J-RxBsBGTnort7zNC_lW-fHg0wFp6zqf-2to4LG0p2L4uVktjop77CbWopdLGlZCo1d8pejELHt-mAZR3IlZVJvVA60dHpt656LnQNgoDLIIiU/s400/POP3.jpg
Fungsi Umum Dari Materi-Materi P-O-P
§  MENGINFORMASIKAN
Menginformasikan konsumen adalah fungsi dasar dari komunikasi Sinyal, poster, display, dan materi POP yang lain menunjukkan kepada konsumen tentang item yang spesifik dan memberikan informasi yang sangat berguna.
Display yang bergerak sangat cocok untuk dan efektif untuk fungsi ini, display bergerak meskipun lebih mahal daripada display yang diam/statis tapi dapat mewakili suara pengiklan karena bisa meningkatkan atensi pengunjung toko ke tingkat yang lebih tinggi.
Berdasarkan dari hasil riset yang telah dilaksanakan, display bergerak memberikan hasil yang lebih yaitu merk produk lebih tertanam dibenak konsumen
§  MENGINGATKAN
Fungsi kedua dari POP adalah mengingatkan konsumen tentang merk produk yang telah mereka lihat dan baca melalui berbagai media yang tersedia, pengingatan ini dilakukan melalui pajangan iklan yang ada ditempat dimana pengunjung akan masuk kedalam toko .
§  MENDORONG
Mendorong konsumen untuk membeli suatu merk produk adalah fungsi ketiga dari POPC. materi POP yang efektif mempengaruhi pilihan produk dan merk akan memberikan rangsangan untuk membeli .
§  TEMPAT BERDAGANG
Peran dari tempat berdagang dapat dilihat pusatinformasi display yang dikembangkan oleh Clairol yang memperdagangkan produk pewarna rambut wanita dan untuk menjawab pertanyaan pelanggan, pertanyaan seputar produk tersebut .

Pentingnya Point Of Purchase (POP) Pada Bisnis Retail

Ketika kita pergi berbelanja makanan, pakaian atau mobil,kita akan diberikan banyak pilihan, dan pilihannya terlalu banyak. Apakah kita akan memilih merek yang akrab di telinga kita atau kita mengambil tantangan dengan mencoba merk baru?
Dengan begitu banyak pilihan yang dihadapi oleh konsumen, maka mereka akan sangat mudah untuk menjadi kewalahan, dan mereka cenderung menyerah pada proses pengambilan keputusan dengan membeli produk yang sudah dikenal daripada mencoba sesuatu yang baru! Tetapi bahkan jika kita ingin mencoba produk baru, pelanggan bahkan tidak tahu di mana untuk memulai. Terlalu banyak bahan POP dan komunikasi yang dikeluarkan oleh pembuat merek berbicara tentang fitur dari produk mereka dan benar-benar lupa untuk berbicara dengan manfaat – singkat produknya. Manfaat-driven komunikasi adalah cara terbaik untuk berbicara dengan konsumen. Apakah merek lebih efisien? Menyediakan menghemat waktu atau biaya hemat?
Di toko, merchandising dan point-of-sale (POS) merupakan suatu hal yang sangat penting untuk membuat koneksi dengan para pelanggan untuk mendorong impuls penjualan. Untuk menangkap mata konsumen, pemilik merek dan pengecer perlu terus-menerus membuat Point Of Purchase yang inovatif (POP) di dalam toko untuk menarik perhatian. Tanpa menarik perhatian dan komunikasi, banyak konsumen sering mengabaikan produk baru atau spesial dan akibatnya membeli produk yang akrab dan sudah terpercaya.
Pebisnis retail ingin memastikan bahwa merek mereka ada di dalam toko dan tersedia bagi konsumen. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk melakukan hal itu:
Kemasan: Ini adalah POP merek yang paling penting. Ini adalah bagian yang akan terus bekerja di mana pun: di rak, di toko, di dapur, di rumah, di manapun. Ini semua tentang orisinalitas! Suatu merek perlu untuk memiliki suatu karakter, dan kepribadian unikdan lebih penting lagi berbicara tentang manfaatnya.
POP: Menggunakan elemen visual yang unik dan warna yang menjelaskan suatu merek dalam rangka menarik perhatian pelanggan. Menciptakan POP efektif- misal di rak, ponsel, kupon, atau mediadigital merupakan beberapa taktik yang dapat digunakan.
Check Out Displays: Menggunakan Check Out Displays di dalam toko adalah taktik yang efektif untuk membuat merek menonjol. Sementara konsumen menunggu dalam antrean, strategi rak "satu merek" dapat menimblkan efek yang mengagumkan. Dan dipastikan akan meningkatkan impulse buying customers.
Lantai Grafis, Lantai Stand, or Floor display: Biasanya ditempatkan di depan toko. Ini adalah sebuah cara yang efektif dan kreatif untuk mengarahkan konsumen yang ke suatu produk! Menata produk tertentu dengan artistic ditambah dengan gambar graphic yang menarik akan memberikan efek yang signifikan pada penjualan.

POP yang efektif dapat membuat konsumen keluar dari rutinitas mereka, dan ini dapat mempengaruhi perilaku penjualan mereka. Semua pebisnis retail harus yakin untuk melakukan hal ini dengan benar. Betapapun besarnya biaya iklan, jika konsumen tidak menemukan mereka di rak, maka tidak akan terjadi penjualan.